Metode Favorit Si Pelumpuh Sistem

Metode Favorit Si Pelumpuh Sistem
 Sudah tidak diragukan lagi bahwa pemboboboan sistem yang dilakukan oleh black hat atau hacker jahat sangatlah merugikan user. Sistem yang menjadi target akan mengalami pembaharuan dengan penginstalan sistem baru agar menjadi lebih stabil. Tentu saja hal ini tidak efektif bagi user. Namun hal tersebut masih bisa dihindari dengan memahami metode-metode serangan yang dilakukan oleh hacker. Pengetahuan tentang metode-metode tersebut memungkinkan user untuk tidak menginstal sistem baru secara berkala namun cukup mem-patch sistem yang sudah ada. Berikut adalah paparan beberapa metode serangan yang kerap dilakukan para hacker.
SQLinjection
Metode ini menitik beratkan penyerangan terhadap database sebuah website. Mula-mula hacker akan menginjeksi atau menyuntikan sebuah script pada database website. Akibat suntikan tersebut database pada website akan terupdate, dan dengan mudah hacker dapat masukke dalam sistem website. Hacker dapat dengan leluasa mengganti tampilan maupun konten website yang telah terinjeksi. Serangan ini dapat dihindari dengan mengupdate script website tersebut.
Man In The Middle (MITM)
Penyerangan dengan metode ini diarahkan pada sebuah arus komunikasi yang tengah berlangsung. Misalnya pada arus komunikasi ketika bertukar pesan elektrik, hacker akan masuk ditengah-tengah arus. Kemudian dengan instruksi tertentu hacker akan memotong pesan yang dikirim, membaca, bahkan mengubah pesan tersebut. Setelah itu hacker akan mengirimkan kembali pesan hasil modifikasi kepada korban sehingga korban akan menerima pesan yang merupakan pesan palsu buatan sang hacker.
Sniffing
Meode ini memiliki kemiripan denga metode man in the middle, namun metode ini memiliki sifat pasif. Hacker hanya akan memotong arus komunikasi yang berlangsung, kemudian mengambil dan membaca pesan. Hacker tidak melakukan pengubahan atau modifikasi apapun pada isi pesan.
DDoS (Distributed Denial of Service)
Pada metode ini hacker akan mengirimkan paket data dalam jumlah besar ke service korban. Akibat dari kiriman paket tersebut lalu lintas data komputer mejadi ramai sehingga service korban akan melambat atau down. Paket-paket syn adalah bahan baku dalam pelaksanaan metode ini, karena hacker hanya dapat mengirimkan jenis paket tersebut. Bentuk lain dari metode ini adalah membuat sebuah link menjadi overload, dan juga pengisian penuh pada disk cpu pencegahan serangan ini dapat dilakukan dengan menginstal beberapa tools keamanan.
Source Address Spoffing
Alamai IP yang memiliki korban adalah target utama pada serangan dengan metode ini. Hacker akan mengakali paket routing sehingga data atau transmisi yang dikirimkan akan diarahkan ke tujuan yang berbeda dari tujuan semula. Akibatnya korban akan beranggapan bahwa alamat IP dari sang hacker merupakan alamat IP milik korban sendiri. Metode ini tidak hanya digunakan oleh hacker namun juga security profesional ketika mecari data target buronan. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan terhadap metode ini ialah dengan mengamankan paket-paket yang ditransmisikan dan memasang screening policies.