Serangan Siber Serang Perusahaan Akuntansi sejak 2016

Serangan Siber Serang Perusahaan Akuntansi sejak 2016
LONDON - Perusahaan akuntansi global Deloitte awal pekan lalu mengatakan bahwa mereka menjadi korban serangan siber dan mempengaruhi data sejumlah kecil klien.

Deloitte mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Yahoo! Finance, Sabtu (30/9/2017), penyerang mengakses data dari platform e-mail perusahaan.

Sementara itu, menurut The Guardian, meski serangan yang tampaknya menargetkan operasi di Amerika Serikat (AS) ditemukan pada Maret, diyakini serangan dimulai pada awal Oktober 2016.

Pelanggaran di Deloitte mengatakan bahwa pelanggannya mencakup 80% dari Fortune 500, merupakan terbaru dalam serangkaian pelanggaran yang melibatkan organisasi di sektor data keuangan sensitif, sehingga bisa mengguncang anggota parlemen, regulator, dan konsumen.

Komisi Sekuritas dan Bursa Efek AS, regulator utama Wall Street, dan Equifax, salah satu biro pemantau kredit terbesar, bulan ini melaporkan bahwa pengarsipan rahasia dan data pribadi sensitif telah dikompromikan oleh para hacker.

"Ini merupakan serangan yang ditargetkan pada kesempatan finansial. Tren ini akan terus bertambah," kata Shane Shook, seorang konsultan independen yang membantu perusahaan keuangan menyelidiki serangan siber.

Perusahaan itu mengatakan bahwa mereka menghubungi pejabat pemerintah setelah mengetahui kejadian itu, dan memberitahu masing-masing klien yang sangat sedikit dan terkena dampaknya.

Sementara itu, The Guardian mengatakan bahwa Deloitte telah menghubungi enam kliennya. Sayangnya, perusahaan tak menyebutkan nama kliennya.

"Tak ada gangguan yang terjadi pada bisnis klien, kemampuan Deloitte untuk terus melayani klien atau konsumen," kata pernyataan itu.

Deloitte mengatakan telah menerapkan "protokol keamanan komprehensif", setelah kejadian tersebut ditemukan, menggunakan ahli internal dan eksternal untuk membantu merespons.

Mark Rasch, seorang mantan jaksa kejahatan cyber federal, mengatakan bahwa terlalu cepat untuk mengatakan seberapa serius serangan tersebut karena sangat sedikit yang diketahui tentang apa yang terjadi.

Dikutip dari www.okezone.com

1 komentar: