Nih DeliveComp punya berita update teknologi buat para agan-agan yang haus akan perkembangan IT terbaru. DeliveComp adalah situs/web penyedia berita terupdate yang dikutip dari sumber terpercaya (lihat sumbernya di bawah artikel) dan juga sebagai penyedia layanan jasa komputer baik instal ulang, service dan maintenance. Silahkan menikmati berita yang DeliveComp sajikan, semoga bermanfaat bagi agan-agan semua.
JAKARTA – Awal pekan ini, pengguna Twitter mengeluh setelah menemukan bahwa foto dan hasil pencarian berita diblokir untuk istilah seperti “biseksual.”
Melansir TechCrunch, Selasa (7/11/2017), setelah mendapat protes, pihak Twitter pun meminta maaf atas apa yang terjadi sebagai kesalahan dan kini ia merilis sebuah pembaruan lebih inci.
DeliveComp | Berita IT Update | Jasa Komputer | DeliveComp
"Kami mohon maaf atas siapa pun yang terkena dampak negatif dari bug. Ini tidak sesuai dengan nilai kita sebagai perusahaan," kata Twitter dalam sebuah pernyataan.
Twitter pun menjelaskan bahwa perusahaan telah menggunakan istilah yang sering muncul dengan konten dewasa untuk mengidentifikasi media sensitif, namun karena banyaknya istilah tersebut tidak bermasalah, itu berarti sistem Twitter perlu mempertimbangkannya dalam konteks dengan sinyal lainnya.
Namun daftar istilah yang digunakan, “Sudah ketinggalan zaman, tidak diperlihara dan salah memasukkan istilah yang terutama digunakan dalam konteks yang tidak sensitif,” ujar Twitter.
Akibatnya, beberapa tweet salah diidentifikasi sebagai konten sensitif. Twitter mengatakan telah memperbarui daftarnya, menghapus beberapa persyaatan, dan akan menerapkan perubahan selama 24 jam ke depan.
DeliveComp | Berita IT Update | Jasa Komputer | DeliveComp
Meski pihak Twitter telah meminta maaf, namun banyak pengguna merasa kecewa karena istilah yang berkaitan dengan seksualitas manusia diblokir dalam hasil pencarian, istilah seperti “Hitler” dan “Nazi” masih dapat ditelusuri meski rentetan kritik telah diterima Twitter, karena tidak menonaktifkan akun yang mengandung tweet kebencian atau hasutan kekerasan.
Masalah lain yang dihadapi Twitter saat ini mencakup perannya dalam penyebaran infomasi yang salah, misalnya tentang peristiwa terkini, yang kemudian menjadi masalah lagi setelah tweet yang mengandung hoax ditampilkan dalam pencarian Google. Hal ini mungkin saja bisa memicu peperangan antar kelompok bahkan negara.
Jangan lupa like
Fanspage DeliveComp di https://www.facebook.com/delivecomp/
Follow Twitter DeliveComp di @DeliveCOMP
Follow Google+ di Delive Comp
Sumber dari https://techno.okezone.com

ConversionConversion EmoticonEmoticon